Container Icon
Tampilkan postingan dengan label IPU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPU. Tampilkan semua postingan

A.Pengertian Sejarah

1.Pengertian sejarah ditinjau dari asal kata
Menurut Jan Romein, kata “sejarah” memiliki arti yang sama dengan kata “history” (Inggris), “geschichte” (Jerman) dan “geschiedenis” (Belanda), semuanya mengandung arti yang sama, yaitu cerita tentang kejadian atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau.
Sementara menurut sejarawan William H. Frederick, kata sejarah diserap dari bahasa Arab, “syajaratun” yang berarti “pohon” atau “keturunan” atau “asal-usul” yang kemudian berkembang dalam bahasa Melayu “syajarah”. Dalam bahasa Indonesia menjadi “sejarah”. Menurutnya kata syajarah atau sejarah dimaksudkan sebagai gambaran silsilah atau keturunan.

2.Rumusan batasan pengertian sejarah
Ada banyak rumusan pendapat yang diberikan para sejarawan terkait dengan pengertian sejarah. Dari berbagai pendapat yang ada dalam arti yang luas sejarah dapat diartikan sebagai gambaran tentang peristiwa-peristiwa atau kejadian masa lampau yang dialami manusia, disusun secara ilmiah, meliputi urutan waktu tertentu, diberi tafsiran dan analisa kritis sehingga mudah dimengerti dan dipahami.


B.Ruang Lingkup Studi Sejarah
1.Sejarah sebagai cerita
Berbicara tentang sejarah, biasanya akan segera menghubungkannya dengan cerita, yaitu cerita tentang pengalaman-pengalaman manusia di waktu yang lampau. Bahwasanya sejarah pada hakekatnya adalah sebuah cerita kiranya tidak bisa disangkal lagi. Ucapan teoritikus-teoritikus sejarah seperti Renier: “nothing but a story”; Trevelyan: “the historian’s first duty is to tell the story”; Huizinga: “the story of something that has happened”, semuanya mencerminkan gagasan bahwa sejarah itu hakekatnya adalah tidak lain sebagai suatu bentuk cerita.
Kendati begitu, hal yang perlu sekali disadari adalah kenyataan bahwa sebagai cerita, sejarah bukanlah sembarang cerita. Cerita sejarah tidaklah sama dengan dongeng ataupun novel. Ia adalah cerita yang didasarkan pada fakta-fakta dan disusun dengan metode yang khusus yang bermula dari pencarian dan penemuan jejak-jejak sejarah, mengujji jejak-jejak tersebut dengan metode kritik yang ketat (kritik sejarah) dan diteruskan dengan interpretasi fakta-fakta untuk akhirnya disusun dengan cara-cara tertentu pula menjadi sebuah cerita yang menarik tentang pengalaman masa lampau manusia itu.

2.Sejarah sebagai ilmu
Sejarah dapat digolongkan sebagai ilmu apabila ia memiliki syarat-syarat dari suatu ilmu pengetahuan atau syarat-syarat ilmiah. Syarat-syarat keilmuan yang dimaksud adalah:
•Ada objek masalahnya
•Memiliki metode
•Tersusun secara sistematis
•Menggunakan pemikiran yang rasional
•Memiliki kebenaran yang objektif

Karena sejarah memiliki kesemua syarat keilmuan tersebut, termasuk memiliki metode sendiri dalam memecahkan masalah, maka tidak ragu lagi akan unsur-unsur keilmuan dari sejarah. Pendapat ahli sejarah Bury bahwa “history is a science, no less and no more” kiranya memberikan penegasan akan hal itu. Meski demikian dalam kenyataannya banyak pihak yang masih menyangsikan keberadaan sejarah sebagai sebuah disiplin ilmu.
Dilihat dari cara kerja ilmiah, dua tahapan terakhir dalam metode sejarah yaitu interpretasi dan historiografi masih sering dianggap sebagai titik-titik lemah. Interpretasi misalnya, dimana di dalamnya terdapat unsur menyeleksi fakta sehingga sesuai dengan keseluruhan yang hendak disusun, terkadang unsur subjektivitas penulis atau sejarawan seperti kecenderungan pribadinya (personal bias), prasangka kelompoknya (group prejudice), teori-teori interpretasi historis yang saling bertentangan (conflicting theories of historical interpretation) dan pandangan hidupnya sangat mempengaruhi terhadap proses interpretasi tersebut.
Semuanya itu bisa membawa sejarawan pada sikap subjektif yang dalam bentuknya yang ekstrim menjurus pada sikap emosional, bahkan mungkin irasional yang kurang bisa dipertanggung jawabkan seperti kecenderungan mengorbankan fakta sejarah atau memanipulasikannya demi suatu teori, pandangan hidup yang dipercayai secara berlebihan atau keberpihakan pada penguasa. Memang sulit untuk menghindar dari subjektivitas, sehingga sejarawan sangat dituntut untuk melakukan penelitian sejarah yang seobjektif mungkin atau setidaknya sebagai suatu ideal. Pokoknya yang penting bagi sejarawan adalah seperti yang pernah dikemukakan G. J. Renier, “we must not cheat”.

3.Beda sejarah dengan fiksi, ilmu sosial dan ilmu agama
a.Kaidah pertama: sejarah itu fakta
Perbedaan pokok antara sejarah dengan fiksi adalah bahwa sejarah itu menyuguhkan fakta, sedangkan fiksi menyuguhkan khayalan, imajinasi atau fantasi.

b.Kaidah kedua: sejarah itu diakronik, ideografis dan unik
•Sejarah itu diakronik (menekankan proses), sedangkan ilmu sosial itu sinkronik (menekankan struktur). Artinya sejarah itu memanjang dalam waktu, sedangkan ilmu sosial meluas dalam ruang. Sejarah akan membicarakan satu peristiwa tertentu dengan tempat tertentu, dari waktu A sampai waktu B. Sejarah berupay
A.Pengertian Sejarah

1.Pengertian sejarah ditinjau dari asal kata
Menurut Jan Romein, kata “sejarah” memiliki arti yang sama dengan kata “history” (Inggris), “geschichte” (Jerman) dan “geschiedenis” (Belanda), semuanya mengandung arti yang sama, yaitu cerita tentang kejadian atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau.
Sementara menurut sejarawan William H. Frederick, kata sejarah diserap dari bahasa Arab, “syajaratun” yang berarti “pohon” atau “keturunan” atau “asal-usul” yang kemudian berkembang dalam bahasa Melayu “syajarah”. Dalam bahasa Indonesia menjadi “sejarah”. Menurutnya kata syajarah atau sejarah dimaksudkan sebagai gambaran silsilah atau keturunan.

2.Rumusan batasan pengertian sejarah
Ada banyak rumusan pendapat yang diberikan para sejarawan terkait dengan pengertian sejarah. Dari berbagai pendapat yang ada dalam arti yang luas sejarah dapat diartikan sebagai gambaran tentang peristiwa-peristiwa atau kejadian masa lampau yang dialami manusia, disusun secara ilmiah, meliputi urutan waktu tertentu, diberi tafsiran dan analisa kritis sehingga mudah dimengerti dan dipahami.

B.Ruang Lingkup Studi Sejarah
1.Sejarah sebagai cerita
Berbicara tentang sejarah, biasanya akan segera menghubungkannya dengan cerita, yaitu cerita tentang pengalaman-pengalaman manusia di waktu yang lampau. Bahwasanya sejarah pada hakekatnya adalah sebuah cerita kiranya tidak bisa disangkal lagi. Ucapan teoritikus-teoritikus sejarah seperti Renier: “nothing but a story”; Trevelyan: “the historian’s first duty is to tell the story”; Huizinga: “the story of something that has happened”, semuanya mencerminkan gagasan bahwa sejarah itu hakekatnya adalah tidak lain sebagai suatu bentuk cerita.
Kendati begitu, hal yang perlu sekali disadari adalah kenyataan bahwa sebagai cerita, sejarah bukanlah sembarang cerita. Cerita sejarah tidaklah sama dengan dongeng ataupun novel. Ia adalah cerita yang didasarkan pada fakta-fakta dan disusun dengan metode yang khusus yang bermula dari pencarian dan penemuan jejak-jejak sejarah, mengujji jejak-jejak tersebut dengan metode kritik yang ketat (kritik sejarah) dan diteruskan dengan interpretasi fakta-fakta untuk akhirnya disusun dengan cara-cara tertentu pula menjadi sebuah cerita yang menarik tentang pengalaman masa lampau manusia itu.

2.Sejarah sebagai ilmu
Sejarah dapat digolongkan sebagai ilmu apabila ia memiliki syarat-syarat dari suatu ilmu pengetahuan atau syarat-syarat ilmiah. Syarat-syarat keilmuan yang dimaksud adalah:
•Ada objek masalahnya
•Memiliki metode
•Tersusun secara sistematis
•Menggunakan pemikiran yang rasional
•Memiliki kebenaran yang objektif

Karena sejarah memiliki kesemua syarat keilmuan tersebut, termasuk memiliki metode sendiri dalam memecahkan masalah, maka tidak ragu lagi akan unsur-unsur keilmuan dari sejarah. Pendapat ahli sejarah Bury bahwa “history is a science, no less and no more” kiranya memberikan penegasan akan hal itu. Meski demikian dalam kenyataannya banyak pihak yang masih menyangsikan keberadaan sejarah sebagai sebuah disiplin ilmu.
Dilihat dari cara kerja ilmiah, dua tahapan terakhir dalam metode sejarah yaitu interpretasi dan historiografi masih sering dianggap sebagai titik-titik lemah. Interpretasi misalnya, dimana di dalamnya terdapat unsur menyeleksi fakta sehingga sesuai dengan keseluruhan yang hendak disusun, terkadang unsur subjektivitas penulis atau sejarawan seperti kecenderungan pribadinya (personal bias), prasangka kelompoknya (group prejudice), teori-teori interpretasi historis yang saling bertentangan (conflicting theories of historical interpretation) dan pandangan hidupnya sangat mempengaruhi terhadap proses interpretasi tersebut.
Semuanya itu bisa membawa sejarawan pada sikap subjektif yang dalam bentuknya yang ekstrim menjurus pada sikap emosional, bahkan mungkin irasional yang kurang bisa dipertanggung jawabkan seperti kecenderungan mengorbankan fakta sejarah atau memanipulasikannya demi suatu teori, pandangan hidup yang dipercayai secara berlebihan atau keberpihakan pada penguasa. Memang sulit untuk menghindar dari subjektivitas, sehingga sejarawan sangat dituntut untuk melakukan penelitian sejarah yang seobjektif mungkin atau setidaknya sebagai suatu ideal. Pokoknya yang penting bagi sejarawan adalah seperti yang pernah dikemukakan G. J. Renier, “we must not cheat”.

3.Beda sejarah dengan fiksi, ilmu sosial dan ilmu agama
a.Kaidah pertama: sejarah itu fakta
Perbedaan pokok antara sejarah dengan fiksi adalah bahwa sejarah itu menyuguhkan fakta, sedangkan fiksi menyuguhkan khayalan, imajinasi atau fantasi.

b.Kaidah kedua: sejarah itu diakronik, ideografis dan unik
•Sejarah itu diakronik (menekankan proses), sedangkan ilmu sosial itu sinkronik (menekankan struktur). Artinya sejarah itu memanjang dalam waktu, sedangkan ilmu sosial meluas dalam ruang. Sejarah akan membicarakan satu peristiwa tertentu dengan tempat tertentu, dari waktu A sampai waktu B. Sejarah berupaya melihat segala sesuatu dari sudut rentang waktu. Contoh: Perkembangan Sarekat Islam di Solo, 1911-1920; Terjadinya Perang Diponegaro, 1925-1930; Revolusi Fisik di Indonesia, 1945-1949; Gerakan Zionisme 1897-1948 dan sebagainya.
•Sejarah itu ideografis, artinya melukiskan, menggambarkan, memaparkan, atau menceritakan saja. Ilmu sosial itu nomotetis artinya berusaha mengemukakan hukum-hukum. Misalnya sama-sama menulis tentang revolusi, sejarah dianggap berhasil bila ia dapat melukiskan sebuah revolusi secara menditil hingga hal-hal yang kecil. Sebaliknya ilmu sosial akan menyelidiki revolusi-revolusi dan berusaha mencari hukum-hukum yang umum berlaku dalam semua revolusi.
•Sejarah itu unik sedang ilmu sosial itu generik. Penelitian sejarah akan mencari hal-hal yang unik, khas, hanya berlaku pada sesuatu, di situ (di tempat itu dan waktu itu). Sejarah menulis hal-hal yang tunggal dan hanya sekali terjadi. Topik-topik sejarah misalnya Revolusi Indonesia, Revolusi di Surabaya, Revolusi di Pesantren “X”, Revolusi di Desa atau Kota “Y”. Revolusi Indonesia tidak terjadi di tempat lain dan hanya terjadi sekali pada waktu itu, tidak terulang lagi. Sedang topik-topik ilmu sosial misalnya Sosiologi Revolusi, Masyarakat Desa, Daerah Perkotaan yang hanya menerangkan hukum-hukum umum terjadinya proses tersebut.

c.Kaidah ketiga: sejarah itu empiris
Inilah antara lain yang membedakan antara sejarah dengan ilmu agama. Sejarah itu empiris, ia berdasarkan pengalaman manusia yang sebenarnya, sedang ilmu agama itu lebih bersifat normatif, mengikuti kaidah-kaidah hukum yang sudah ada, yang tercantum dalam Kitab Suci masing-masing agama, yang dipercaya sebagai yang diwahyukan oleh Tuhan.
a melihat segala sesuatu dari sudut rentang waktu. Contoh: Perkembangan Sarekat Islam di Solo, 1911-1920; Terjadinya Perang Diponegaro, 1925-1930; Revolusi Fisik di Indonesia, 1945-1949; Gerakan Zionisme 1897-1948 dan sebagainya.
•Sejarah itu ideografis, artinya melukiskan, menggambarkan, memaparkan, atau menceritakan saja. Ilmu sosial itu nomotetis artinya berusaha mengemukakan hukum-hukum. Misalnya sama-sama menulis tentang revolusi, sejarah dianggap berhasil bila ia dapat melukiskan sebuah revolusi secara menditil hingga hal-hal yang kecil. Sebaliknya ilmu sosial akan menyelidiki revolusi-revolusi dan berusaha mencari hukum-hukum yang umum berlaku dalam semua revolusi.
•Sejarah itu unik sedang ilmu sosial itu generik. Penelitian sejarah akan mencari hal-hal yang unik, khas, hanya berlaku pada sesuatu, di situ (di tempat itu dan waktu itu). Sejarah menulis hal-hal yang tunggal dan hanya sekali terjadi. Topik-topik sejarah misalnya Revolusi Indonesia, Revolusi di Surabaya, Revolusi di Pesantren “X”, Revolusi di Desa atau Kota “Y”. Revolusi Indonesia tidak terjadi di tempat lain dan hanya terjadi sekali pada waktu itu, tidak terulang lagi. Sedang topik-topik ilmu sosial misalnya Sosiologi Revolusi, Masyarakat Desa, Daerah Perkotaan yang hanya menerangkan hukum-hukum umum terjadinya proses tersebut.

c.Kaidah ketiga: sejarah itu empiris
Inilah antara lain yang membedakan antara sejarah dengan ilmu agama. Sejarah itu empiris, ia berdasarkan pengalaman manusia yang sebenarnya, sedang ilmu agama itu lebih bersifat normatif, mengikuti kaidah-kaidah hukum yang sudah ada, yang tercantum dalam Kitab Suci masing-masing agama, yang dipercaya sebagai yang diwahyukan oleh Tuhan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

10 Hotel Berhantu di Indonesia


Hantu secara umum merujuk pada kehidupan setelah kematian. Hantu juga dikaitkan dengan roh atau arwah yang meninggalkan badan karena kematian. Definisi dari hantu pada umumnya berbeda untuk setiap agama, peradaban, maupun adat istiadat.
1. Provincial Hotel

Banyak pemburu hantu dan tamu datang hanya untuk mendengar cerita tentang kisah-kisah hantu tentang hotel ini. dan para Pemburu hantu sengaja datang ke sini untuk membuktikan dengan mata kepala mereka sendiri

2. Hotel Del Coronado

Yang paling terkenal legenda dan cerita hantu di hotel ini adalah hantu Kate Morgan, yang menginap di hotel ini pada tahun 1892 untuk bertemu dengan sang suami yg telah hilang

3. Stanley Hotel

Hotel, yang dibuka pada 1909, dihantui oleh Flora Stanley, istri dari pemilik hotel, yang senang bermain piano larut malam. Rohnya dikatakan sering terlihat dan menghantui para tamu yg datang

4. Le Pavilion Hotel

banyak Suara-suara aneh di malam hari, tdk jelas, dan seringnya penampakan sesosok wanita berdiri di kaki tempat tidur para tamu. dan mengangkat Seprai Coverlets ke udara, dari sore hingga lewat tengah malam

5. Heathman Hotel

Kamar 703 adalah tempat paling angker. Tamu yang meninggalkan ruangan akan heran karena menemukan handuk yang digunakan besih kembali, segelas air keluar, meja kursi bergerak sendiri. dari catatan Hotel melaporan bahwa tidak ada yang menggunakan kunci elektronik untuk masuk ke kamar. namun Insiden ini terjadi terlalu sering untuk diasumsikan sebagai orang iseng

6. Sagamore Hotel

Terletak di Pegunungan Adirondack yang belum terjamah, fitur yang Sagamore Historic Hotel, dengan dekorasi yang elegan, dan The Lodges, didekorasi dengan gaya yang santai ala Adirondack.
Banyak pegolf mengatakan bahwa hantu yg ada disisni mencuri bola golf mereka dan teman kencan mereka, Dan Anda bisa mendengarnya tertawa keras. Mereka mengatakan dia akan mengejar bola dan mencuri wanita Anda dari balik pohon

7. crescent Hotel

Para tamu telah banyak yang melaporkan penampakan dan kejadian aneh lainnya di sejumlah kamar tamu, lobi, dan ruang makan.

Anda tidak perlu tinggal di sebuah kamar angker untuk melihat hantu yang nyata di Crescent Hotel. Luar Ruang Rekreasi, hantu Dr Norman Baker sering muncul, Ia mengelola sebuah rumah sakit dan kesehatan kontroversial resor di gedung selama tahun 1930-an. Banyak orang percaya bahwa mata air yang mengalir di bawah hotel adalah energi yang menarik penampakan hantu.

Apakah ini hanya trik publisitas untuk membantu hotel yang hampir bangkrut? Itu bisa, tetapi sebenarnya hotel ini mulai melakukan bisnisnya dengan baik sebelum hantu itu terlihat

8. Ramada Plaza Hotel

Rumor mengatakan bahwa Walter Schoreder (Pemilik hotel) dibunuh, dan arwahnya gentayangan mengganggu tamu dengan menyalakan keran air, lampu, berteriak, serta menampakan diri

9. Queen Mary Hotel

adalah sebuah kota terapung dibanjiri keanggunan yang luar biasa, dengan suasana mistis yang kental.
terdaftar di Daftar Nasional Tempat Bersejarah, dan juga tetap menjadi salah satu tempat paling terkenal di california.

Tamu dari Hotel Queen Mary yang berani menerima tantangan Dipandu oleh Self-Shipwalk Tour.

Banyak kejadian aneh dan suara-suara ketukan, suara-suara tanpa tubuh, dan penampakan hantu berjalan di lorong-lorong dan tangga telah dilaporkan oleh staf, tamu, dan peneliti di kapal berlabuh.

Banyak saksi hantu memiliki pengalaman yg berbeda di atas kapal Queen Mary Hotel

10. Carolina Inn
Seringkali tamu menceritakan diikuti oleh seorang laki-laki yang menghilang saat mereka berbalik menghadap ke arahnya. Staf dan tamu juga menceritakan bahwa penampakan pria, mengenakan setelan hitam mengenakan topi rajutan, Parker biru panjang gaya mantel itu sering menghatui mereka.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ungsi/Manfaat dan Cara Pemanasan & Peregangan Sebelum Olahraga

Mungkin anda dari kecil sudah biasa melakukan aktivitas pemanasan atau warming up sebelum berolahraga. Pada waktu sekolah dulu kita diajarkan untuk melakukan pemanasan dulu sebelum masuk ke pelajaran praktek olahraga di lapangan. Minimal kita disuruh lari-lari kecil keliling lapangan atau keliling di jalan-jalan luar sekitar sekolah. Ketika senam pagi bersama pun gerakan awal senam pasti pemanasan bagi yang datang tidak terlambat.
Mungkin ada bertanya-tanya kenapa pemanasan harus dilakukan? apa fungsi dan manfaat dari melakukan pemanasan sebelum aktivitas fisik berat seperti olahraga? Dan berbagai pertanyaan-pertanyaan lain yang mungkin belum terjawab hingga saat ini. Yang pasti pemanasan sangat penting untuk dilakukan sebelum olahraga. Daripada menyesal kemudian karena tidak memanaskan diri, maka lakukanlah pemanasan walaupun hanya sebentar saja.
A. Fungsi / Manfaat Pemanasan Sebelum Olahraga
Olahraga melibatkan pergerakan otot, sendi dan tulang dalam intensitas yang cukup besar. Dengan melakukan pemanasan olahraga maka darah yang kaya akan nutrisi dan oksigen akan mengalir ke otot sehingga siap untuk dipacu kerja lebih berat. Sedangkan kegunaan atau manfaat olahraga itu sendiri adalah untuk menguatkan otot, tulang, jantung, paru-paru dan memperlancar peredaran darah.
B. Jenis/Bentuk Pemanasan Yang Cepat dan Mudah
Pemanasan atau warming up bisa dilakukan tanpa bantuan alat apapun dan tanpa biaya, yaitu dengan jogging ringan, aerobik ringan, lari-lari kecil di tempat, dan lain-lain. Cukup sampai tubuh kita berkeringat, terasa panas dan merasa cukup pemanasannya kurang lebih 5 sampai 15 menit bisa dilanjutkan dengan peregangan otot atau streching selama beberapa menit agar otot lebih lentur digunakan nantinya.
C. Efek, Dampak, dan Akibat Tidak Melakukan Pemanasan Olahraga
Tanpa melakukan pemanasan yang cukup sebelum melakukan aktivitas olahraga yang dominan menggerakkan otot, sendi dan tulang dapat mengakibatkan cidera otot dan cedera sendi. Sudah barang tentu cedera tersebut akan sangat mengganggu aktivitas dan mungkin akan sangat menyakitkan sehingga perlu perawatan medis lebih lanjut. Cedera otot bisa berbentuk keseleo, salah urat, terkilir, kram otot, sakit otot, dan sebagainya.
D. Peregangan / Streching Yang Baik dan Benar
Setelah melakukan pemanasan yang membuat sedikit keluar keringat, maka dilanjutkan dengan peregangan otot atau strenching. Baik pemanasan maupun peregangan harus dilakukan dalam kapasitas yang ringan dan rendah jangan terlalu berlebihan. Jika dilakukan berlebih bisa memicu cedera sendi. Jangan sampai belum olahraga sudah merasa lelah atau capek berat. Jika sudah dilakukan dengan benar maka tubuh akan siap untuk melakukan kegiatan olahraga. Lalu berolahragalah dengan perasaan riang gembira tanpa paksaan dan lupakanlah semua masalah yang ada.
Tambahan :
Kenali diri anda sendiri dan pilih olahraga yang tepat untuk menghindari kematian mendadak saat olahraga. Jika anda termasuk yang fisiknya lemah dan jarang olahraga sebaiknya menghindari olahraga yang butuh kerja berat jantung seperti sepakbola, futsal, bola basket, tenis, bulutangkis, dan lain sebagainya. Contoh aktivitas olahraga yang ringan dan menyehatkan serta bisa dilakukan hampir semua orang adalah jalan cepat 30 menit beberapa kali seminggu. Selamat berolahraga, Salam olahraga!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kajian Manajemen Promosi Terhadap Peningkatan Partisipasi Masyarakat Berolahraga Di Club Arena International Jayakarta

KAJIAN MANAJEMEN PROMOSI TERHADAP PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT BEROLAHRAGA DI CLUB ARENA INTERNATIONAL JAYAKARTA
PROPOSAL SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sains Program Studi Ilmu Keolahragaan
Oleh :
Abdul Mujieb
044160
PROGRAM STUDI ILMU KEOLAHRAGAAN
FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2008
NAMA : ABDUL MUJIEB
NIM : 044160
JUDUL :KAJIAN MANAJEMEN PROMOSI TERHADAP PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT BEROLAHRAGA DI CLUB ARENA INTERNATIONAL JAYAKARTA.
Menyetujui
Pembimbing Akademik
Lilis Komariyah, Dra.
Nip. 131811189
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang Masalah
Pada massa sekarang ini perkembangan olahraga di masyarakat Indonesia, khususnya di kota Bandung sendiri sangat meningkat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya tempat-tempat yang menyelenggarakan kegiatan olahraga, baik itu olahraga yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan maupun olahraga yang berorientasi pada prestasi. Dengan banyaknya tempat-tempat yang menyediakan sarana ataupun prasarana olahraga serta tingginya antusiasme masyarakat kota Bandung dalam berpartisipasi pada kegiatan tersebut secara tidak langsung menunjukkan bahwa tingginya tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan (preventif) melalui olahraga.
Pada tahun 2003, WHO, badan kesehatan dunia, mencanangkan bahwa tiga faktor penentu menurunnya kualitas sehat manusia adalah kurang gerak, pola hidup dan pola makan yang salah serta kebiasaan merokok. Pentingnya kesadaran manusia untuk memperhatikan tiga faktor di atas merupakan syarat utama untuk dapat meningkatkan kesehatan serta kebugaran jasmaninya. Melalui kegiatan olahraga merupakan salah satu kunci dalam mendukung misi WHO dalam menekan perkembangan ketiga faktor tersebut.
Olahraga yang secara spesifik dapat meningkatkan derajat kesehatan bagi pelakunya adalah olahraga kesehatan. Olahraga kesehatan sangat berkaitan langsung dengan masyarakat, karena pada dasarnya olahraga kesehatan melibatkan masyarakat secara merata tanpa melihat tingkatan umur, gender, lapisan masyarakat tertentu, selain itu olahraga kesehatan juga mencirikan pelaksanaan yang massal, mudah, meriah, murah, manfaat dan aman. Olahraga kesehatan mampu memelihara dan meningkatkan kemampuan fungsional jasmaniah para pesertanya dengan pembebanan yang dapat diatur secara bertahap dalam dosis yang adekuat.
Dalam olahraga kesehatan tidak hanya melatih aspek jasmaniah serta dapat juga menjangkau aspek rohaniah dan aspek sosial. Hal ini terlihat dari jumlah pesertanya yang massal dengan suasana yang informal, menimbulkan rasa gembira yang akan memberikan pengaruh positif terhadap rohani dan mendorong terjadinya pergaulan yang lepas dari hambatan-hambatan yang bersumber pada perbedaan kedudukan sosial dan tingkat ekonomi.
Hal tersebut menunjukkan adanya korelasi antara olahraga kesehatan dengan aspek rohaniah dan sosial. Dengan demikian, maka terlihat jelas bahwa olahraga khususnya olahraga kesehatan memang dapat memelihara dan bahkan meningkatkan derajat kesehatan (sehat dinamis) seutuhnya, sesuai dengan konsep sehat WHO yaitu sejahtera jasmani, rohani dan sosial.
Pada umumnya masyarakat di Indonesia sangat menyenangi olahraga yang berorientasi pada kesehatan, hal ini dapat dilihat dari perkembangan olahraga di masyarakat itu sendiri. Banyaknya kegiatan yang bersifat keolahragaan dalam sosial masyarakat menunjukkan antusias yang tinggi terhadap olahraga kesehatan misalnya sering kali diadakannya kegiatan-kegiatan rutin olahraga untuk masyarakat umum. Akan tetapi dalam perkembangannya, olahraga di masyarakat harus memiliki spesifikasi agar menjadi suatu kegiatan yang digandrungi oleh masyarakat itu sendiri. Kegiatan olahraga akan menjadi suatu aktivitas yang menarik jika telah dikelola dan dikoordinir dengan baik.
Di kota Bandung sendiri, banyak terdapat tempat-tempat yang menyelenggarakan kegiatan olahraga, baik yang menawarkan olahraga dengan intensitas pertemuan seminggu sekali misalnya di lapangan Gasibu, lapangan Tegal Lega serta di halaman PT. TELKOM Surapati, hingga ke pusat-pusat kebugaran seperti sanggar-sanggar senam, salah satunya adalah Club Arena International Jayakarta. Di tempat ini menawarkan olahraga kesehatan yang dikelola sedemikian rupa dari mulai tempat, waktu pelaksana, serta partisipan. Unsur-unsur itu akan menghasilkan suatu bentuk kegiatan yang memiliki tujuan yang jelas jika dikolaborasikan dengan baik melalui aspek-aspek yang berupa perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta penetapan tujuan yang dirangkai menjadi suatu proses yang merupakan manajemen.
Seperti yang diungkapkan oleh Ivancevich (1989:7) yang menyatakan, bahwa “Manajemen adalah proses yang dilakukan oleh satu atau lebih orang untuk mengkoordinasikan kegiatan orang lain demi mencapai hasil yang tidak mungkin dapat dicapai oleh hanya seorang.”
Adapun pernyataan lain mengenai definisi dari manajemen seperti yang diungkapkan oleh Westwood (2004:5) sebagai berikut :
Manajemen adalah suatu usaha dalam menyelaraskan aspek-aspek kerja berupa perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan (POAC) dengan memberdayakan dan melibatkan semua potensi yang ada sebagai aspek pendukung yang diaplikasikan kepada pencapaian.
Dari pernyataan di atas jelas menunjukkan bahwa suatu kegiatan tidak akan berjalan dengan baik jika tidak dikelola dengan baik melalui manajemen. Sangat disadari bahwa pengelolaan suatu kegiatan adalah hal pokok dalam mencapai tujuan yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan itu. Pendapat lain yang menyatakan pentingnya manajemen, dijelaskan oleh Fattah (1996:19) yaitu ”Manajemen muncul untuk membantu manusia mencapai tujuan, senang, produktif, sehat, dan hidup yang bermakna.”
Dalam pelaksanaan kegiatan olahraga tentunya juga harus terdapat suatu manajemen yang jelas sehingga struktur pelaksanaan pun menjadi lebih terarah. Seperti yang diungkapkan oleh Abduljabar (2000:29) yaitu “Adanya manajemen di dalam kegiatan olahraga akan membuat kegiatan itu menjadi efektif dan efisien sesuai dengan tujuan yang diharapkan.”
Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, dalam kegiatan olahraga terdapat unsur-unsur yang berupa tempat, waktu, pelaksana dan partisipan yang saling berkaitan antara satu sama lain. Unsur yang disebutkan terakhir merupakan salah satu indikator keberhasilan suatu kegiatan olahraga. Ada-tidaknya serta jumlah yang diharapkan dari partisipan (peserta) dalam kegiatan olahraga tersebut dapat menjadi tolok ukur perkembangan dalam pelaksanaan kegiatan itu sendiri. Tentunya mereka yang berpartisipasi tidak lepas dari yang namanya promosi.
Menurut Abdul Jabar (2000:1), yang mengungkapkan bahwa “Promosi merupakan proses, manakala berbagai teknik digunakan untuk berkomunikasi dengan para konsumen.” Demikian halnya dengan kegiatan olahraga kesehatan, di Club Arena Jayakarta, sehingga dapat menjadikan kegiatan olahraga kesehatan, seperti kelas aerobik, fitnes maupun program olahraga yang disertai dengan konsultasi kesehatan, menjadi menarik untuk diikuti. Hal ini terlihat dari peserta yang mengikuti baik sebagai anggota tetap maupun yang bersifat insidental (per datang).
Dalam promosi kegiatan olahraga kesehatan, upaya memberdayakan segala aspek yang berkaitan biasanya menjadi peluru bagi pelaksana untuk membangkitkan perhatian masyarakat untuk mengikuti kegiatan tersebut. Promosi olahraga disebut berhasil ketika pesan dari seorang pemasar atau pemberi pesan (sender) diterima dengan baik oleh penerima pesan (receiver). Dalam pemberian pesannya itu, pemberi pesan menggunakan jalur komunikasi. Proses komunikasi dalam manajemen promosi menyerupai proses komunikasi dalam proses pemasaran. Oleh karena itu, pada keduanya perlu memperhatikan kaidah-kaidah dalam proses komunikasi.
Promosi membutuhkan segala bentuk komunikasi kepada konsumen. Sering kata yang bersinonim dengan promosi adalah periklanan, dan bahkan digunakan secara saling-bergantian. Akan tetapi, promosi lebih dari sekedar merupakan bentuk iklan tradisional. Bagi beberapa organisasi tertentu, olahraga merupakan bentuk promosi yang paling efektif dan efisien dalam menyentuh target pasar. Sebagaimana yang dikatakan oleh Westwood (2004:5), yaitu
Bentuk kombinasi yang digunakan pemasar/promotor olahraga dalam berkomunikasi sering disebut sebagai “promosional bauran” yang terdiri dari unsur-unsur: 1) Periklanan, 2) Promosi penjualan, 3) Hubungan publik dan 4) Sponsorship, unsur-unsur ini merupakan alat yang spesifik dalam mencapai tujuan promosi.
Dalam setiap promosional bauran, unsur-unsur tadi merupakan alat yang spesifik dalam mencapai tujuan promosi. Setiap bentuk atau alat promosi adalah bentuk alternatif promosi yang dapat dipilih sehingga promosional bauran dapat tercapai dan efisien dijalankan. Oleh karena itu, demi efisiensinya diperlukan proses komunikasi yang terintegrasi dengan promosi.
Olahraga kesehatan jika dilakukan dengan teratur bisa meningkatkan derajat sehat dinamis. Banyak dampak positif lainnya yang dapat ditimbulkan dari olahraga kesehatan. Namun dewasa ini angka kematian di dunia akibat penyakit non infeksi meningkat. Padahal penyakit non infeksi dapat dicegah bahkan disembuhkan dengan melakukan olahraga kesehatan dengan teratur. Oleh karena itu promosi sangat diperlukan agar masyarakat mengetahui besarnya manfaat olahraga kesehatan. Mengapa dikatakan demikian, karena kurangnya pengetahuan masyarakat serta kurangnya promosi seperti iklan ataupun event yang berbau olahraga kesehatan dan himbauan dari pihak-pihak yang mengerti dalam hal ini, akan mengakibatkan hanya beberapa kalangan yang paham akan pentingnya olahraga kesehatan. Dalam hal ini, Club Arena Jayakarta merupakan salah satu pihak yang mempromosikan olahraga kesehatan meskipun dengan maksud ”profit oriented”, namun intinya adalah menghimbau/masyarakat untuk berolahraga.
Hal ini menimbulkan ketertarikan penulis untuk mengkaji lebih dalam mengenai bentuk dan peranan manajemen promosi di Club Arena Jayakarta menjadi tempat melakukan kegiatan olahraga kesehatan yang memiliki daya tarik tersendiri dalam merangsang minat masyarakat untuk berpartisipasi di dalamnya. Selain dari itu penulis berupaya melakukan pengembangan dan observasi melalui studi yang berupa studi kualitatif untuk melihat seberapa besar pengaruh manajemen promosi dalam meningkatkan partisipasi masyarakat untuk berolahraga di Club Arena Jayakarta.
B. Fokus Penelitian
Dengan segala keterbatasa baik tenaga, dana, waktu dan besar harapan hasil penelitian lebih terarah, maka penulis tidak akan melakukan penelitian terhadap keseluruhan yang ada pada objek atau situasi sosial tertentu, tetapi perlu menentukan fokus. Penulis lebih mengarahkan penelitian ini sebagai berikut :
1. Mengkaji manajemen promosi olahraga kesehatan di Club Arena Jayakarta.
2. Mengkaji pengaruh promosi olahraga kesehatan di Club Arena Jayakarta dalam mengembangkan gaya hidup sehat bagi membernya.
3. Melakukan observasi dan wawancara pada struktural manajemen promosi olahraga kesehatan di Club Arena Jayakarta sebagai alat ukur untuk memperoleh data dan gambaran yang tepat sesuai dengan tujuan penelitian.
4. Subyek penelitian adalah manajer promosi olahraga kesehatan.
C. Rumusan Masalah
Sebagaimana uraian di atas, maka penulis merumuskan masalah penelitian ini sebagai berikut:
1. Apakah manajemen promosi olahraga kesehatan di Club Arena Jayakarta dapat meningkatkan partisipasi masyarakat untuk berolahraga kesehatan ?
2. Apakah promosi olahraga kesehatan di Club Arena Jayakarta mengembangkan gaya hidup sehat bagi membernya ?
3. Bagaimana promosi olahraga kesehatan mampu meningkatkan partisipasi untuk berolahraga kesehatan ?
D. Tujuan Penelitian
Dalam penelitian ini, penulis berupaya mendapatkan hasil yang memuaskan yang berupa :
1. Untuk mengkaji sejauh mana manajemen promosi olahraga kesehatan di Club Arena Jayakarta dapat meningkatkan partisipasi masyarakat untuk berolahraga kesehatan.
2. Untuk mengkaji sejauh mana promosi olahraga kesehatan di Club Arena Jayakarta mengembangkan gaya hidup sehat bagi pesertanya.
3. Untuk mengkaji bagaimana manajemen promosi olahraga kesehatan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat.
E. Manfaat Penelitian
Dari hasil penlitian ini, penulis berharap memperoleh manfaat yang besar baik bagi penulis sendiri ataupun masyarakat pada umumnya. Diantaranya hasil penelitian ini bagi penulis adalah dapat mengetahui bagaimana manajemen promosi yang dijalankan oleh Club Arena Jayakarta, sehingga dapat diketahui kelemahan dan keunggulan bentuk manajemen yang layak dijalankan bagi pihak pengusaha fitness centre lainnya, juga diharapkan dapat menjadi tolok ukur dan evaluasi bagi pihak Club Arena Jayakarta. Dari situ dapat diketahui pula cara metode manajemenisasi yang baik dalam hal mempromosikan olahraga kesehatan sehingga dapat menumbuhkan minat masyarakat untuk melakukan olahraga kesehatan dan bergaya hidup sehat. Sedangkan manfaat lainnya adalah dapat menambah dan memperlengkap bidang kajian dan referensi keilmuan khususnya bagi jurusan atau program studi di fakultas-fakultas olahraga yang memberikan ilmu manajemen olahraga bagi mahasiswanya.
F. Batasan Istilah
Untuk menghindari salah penafsiran terhadap istilah yang dipergunakan, maka penulis perlu membatasi beberapa istilah dalam penelitian ini. Adapun istilah-istilah tersebut :
1. Manajemen adalah proses yang dilakukan oleh satu atau lebih orang untuk mengkoordinasikan kegiatan orang lain demi mencapai hasil yang tidak mungkin dapat dicapai oleh hanya seorang. (Ivancevich, 1989:7).
2. Promosi adalah proses, manakala berbagai teknik digunakan untuk berkomunikasi dengan para konsumen dalam hal ini tentu saja promosi tentang olahraga kesehatan. (Abdul Jabar, 2000:1).
4. Olahraga kesehatan adalah suatu bentuk kegiatan olahraga untuk tujuan kesehatan, dengan ciri umum ; massal, mudah, murah, meriah, manfaat dan aman. (Giriwijoyo, 2003:32).
5. Masyarakat menurut kamus mini bahasa Indonesia adalah pergaulan hidup manusia. (Pius, 1997:225).
6. Partisipasi menurut kamus mini bahasa Indonesia adalah ikut serta atau keikut sertaan. (Qohar, 1984:275).
G. Anggapan Dasar
Anggapan dasar diperlukan sebagai bahan pegangan umum dan merupakan titik tolak pemikiran bagi penulis untuk memulai penelitian. Menurut Arikunto (2005:23) yang menjelaskan bahwa, “Anggapan dasar atau postulat merupakan titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh penyidik.”
Dalam penelitian ini, anggapan dasar yang penulis angkat mengacu pada apa yang telah diungkapkan oleh Giriwijoyo (2005:32) yaitu “Olahraga kesehatan adalah suatu bentuk kegiatan olahraga untuk tujuan kesehatan, dengan ciri umum ; massal, mudah, murah, meriah, manfaat dan aman.”
Sangat disadari bahwa kebutuhan akan kesehatan menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Kesehatan salah satunya bisa dicapai dengan berolahraga, karena dengan berolahraga kita akan mendapatkan tubuh yang sehat dan kebugaran tubuh tetap bisa selalu terjaga. Ini menunjukkan adanya keterkaitan yang kuat antara olahraga untuk kesehatan dengan masyarakat. Disadari juga bahwa perilaku masyarakat terhadap olahraga memiliki kekhususan dan mengarah pada aspek-aspek yang terdapat pada olahraga untuk kesehatan. Dalam pelaksanaannya, olahraga kesehatan dapat terbentuk menjadi suatu kegiatan yang menarik dan bermanfaat, maka perlu adanya bentuk pengelolaan yang terstruktur dengan baik.
Adanya pengelolaan yang biasa disebut dengan manajemen dalam suatu kegiatan akan semakin terarah jika ditunjang dengan bentuk promosi yang mumpuni. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Abdul Jabar (2000:1) yang menyatakan, bahwa Promosi adalah proses, manakala berbagai teknik digunakan untuk berkomunikasi dengan para konsumen. Promosi olahraga disebut berhasil ketika pesan dari seorang pemasar atau pemberi pesan (sender) diterima dengan baik oleh penerima pesan (receiver). Dalam pemberian pesannya itu, pemberi pesan menggunakan jalur komunikasi.
Proses komunikasi ini sangat diperlukan untuk dapat mendidik masyarakat sehingga menyadari akan eksistensi olahraga bagi kesejahteraan umat manusia dan tercapainya kualitas hidup manusia yang fitriah.
Penulis beranggapan bahwa dalam pelaksanaan suatu kegiatan olahraga sangat dibutuhkan adanya manajemen dengan aspek-aspek yang berupa perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta penetapan tujuan sehingga dapat mengarahkan kegiatan itu mencapai tujuannya secara efektif dan efisien.
H. Metode Penelitian
a. Alasan Menggunakan Metode Kualitatif
Penulis menggunakan metode kualitatif dalam penelitian ini karena untuk memperoleh data dan gambaran dari suatu permasalahan diperlukan suatu penelitian. Berdasarkan dari pernyataan Sugiyono (2005:1) yang mengungkapkan, bahwa
Metode kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.
Mengacu dari hal itu penulis mengarahkan penelitian ini melalui penelitian kualitatif. Hal ini lebih diberatkan kepada kondisi objek yang alamiah seperti pada manajemen promosi senam aerobik di Club Arena Jayakarta. Objek alamiah dititik beratkan pada objek yang apa adanya, tidak dimanipulasi oleh penulis sehingga kondisi pada saat penulis memasuki objek, setelah berada di objek ataupun setelah keluar dari objek relatif tidak berubah.
b. Tempat Penelitian
Dalam penelitian ini penulis melakukan penelitian pada manajemen promosi di Club Arena Iternational Jayakarta Hotel And Resort Bandung.
c. Instrumen Penelitian
Menurut pernyataan dari Ruseffendi (1994:101) yang mengatakan bahwa :
Instrumen penelitian adalah alat untuk memperoleh data, yang pada hakekatnya adalah alat ukur untuk mengukur variabel penelitian, keberhasilan penelitian banyak ditentukan oleh instrumen yang digunakan, sebab data yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan penelitian (masalah).
Dalam penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah penulis itu sendiri, oleh karena itu penulis sebagai instrumen harus “divalidasi” seberapa jauh penulis siap melakukan penelitian yang selanjutnya terjun kelapangan. Yang melakukan validasi adalah penulis sendiri, melalui evaluasi diri seberapa jauh pemahaman terhadap metode kualitatif, penguasaan teori dan wawasan terhadap bidang yang diteliti, serta kesiapan dan bekal memasuki lapangan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ukuran Lapangan Bulu Tangkis / Badminton - Panjang, Lebar Tinggi Net Tunggal & Ganda

Dalam membuat lapangan bulu tangkis alias badminton yang baik harus sesuai dengan standar internasional yang luasnya berbeda antara pertandingan partai ganda dengan partai tunggal.
A. Partai Tunggal / Satu Pemain / 1 on 1
- Panjang = 11,88 meter
- Lebar = 5,18 meter
- Luas = 61,5384 meter persegi
- Tinggi Tiang Net = 1,55 meter
- Tinggi Atas Net = 1,52 meter
- Jarak Net Ke Garis Service = 1,98 meter
- Jarak Garis Service ke Sisi Lapangan Luar = 3,96 meter
B. Partai Ganda / Dua Pemain / 2 on 2
- Panjang = 13,40 meter
- Lebar = 6,10 meter
- Luas = 81,74 meter persegi
- Tinggi Tiang Net = 1,55 meter
- Tinggi Atas Net = 1,52 meter
- Jarak Net Ke Garis Service = 1,98 meter
- Jarak Garis Service ke Sisi Lapangan Luar = 4,72 meter
Keterangan : Net sama dengan Jaring.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jadwal pertandingan Piala Dunia 2006 Jerman serta Pembagian Grup dan Skor Hasil Piala Dunia 2006 - Olahraga Sepak Bola Dunia

Piala dunia adalah ajang olahraga sepak bola dunia yang diadakan setiap 4 tahun sekali dengan jumlah peserta 32 negara yang masuk ke final akhir berdasarkan penyisihan yang telah dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Setiap negara di dunia memiliki kesempatan untuk bisa berlaga di putaran final piala dunia, namun seleksi yang ketat, serta batasan jatah negara pada setiap zona wilayah membuat negara-negara yang kuat saja yang mampu mencapai putaran final.
Piala dunia 2006 terbagi atas 8 grup yang masing-masing grup terdiri dari 4 negara di mana setiap negara akan bersaing untuk memperebutkan tiket ke perdelapan final dan akhirnya menggunakan sistem gugur hingga babak final.
1. Pembagian grup negara pada piala dunia
Grup A : Jerman, Kosta Rika, Polandia, Ekuador
Grup B : Inggris, Paraguay, Swedia, Trinidad dan Tobago
Grup C : Argentina, Pantai Gading, Serbia dan Montengero, Belanda
Grup D : Meksiko, Iran, Angola, Portugal
Grup E : Italia, Ghana, Amerika Serikat, Republik Ceska
Grup F : Brasil, Kroasia, Jepang, Australia
Grup G : Prancis, Swiss, Korea Selatan, Togo
Grup H : Spanyol, Ukraina, Tunisia, Saudi Arabia
2. Wilayah stadion yang digunakan pada piala dunia 2006 di Jerman
Berlin
Dortmund
Frankfurt
Gelsen kirchen
Hamburg
Hannover
Kaiserslautern
Koln
Leipzig
Munchen
Nurnberg
Stuttgart
2. Jadwal pertandingan Piala Dunia 2006 putaran final
Keterangan :
standar waktu gmt
- +7 jam untuk indonesia bagian barat / wib
- +8 jam untuk indonesia bagian tengah / wita
- +9 jam untuk indonesia bagian timur / wit
I. Putaran Pertama / Babak Awal / Penyisihan Grup
Grup A :
Jumat, 9 Juni 2006
- Jerman vs Costa Rica (18.00) : Skor 4-2
- Polandia vs Ekuador (21.00) : Skor 2-0
Rabu, 14 Juni 2006
- Jerman vs Polandia (21.00) : Skor 1-0
Kamis, 15 Juni 2006
- Ekuador vs Kosta Rika (15.00) : Skor 3-0
Selasa, 20 Juni 2006
- Ekuador vs Jerman (16.00) : Skor 0-3
- Costa Rica vs Polandia (16.00) : Skor 1-2
Grup B :
Sabtu, 10 Juni 2006
- Inggris vs Paraguay (15.00) : Skor 1-0
- Trinidad & Tobago vs Swedia (18.00) : Skor 0-0
Kamis, 15 Juni 2006
- Inggris vs Trinidad & Tobago (18.00) : Skor 2-0
- Swedia vs Paraguay (21.00) : Skor 1-0
Selasa, 20 Juni 2006
- Swedia vs Inggris (21.00) : Skor 2-2
- Paraguay vs Trinidad & Tobago (21.00) : Skor 2-0
Grup C :
Sabtu, 10 Juni 2006
- Argentina vs Pantai Gading (21.00) : Skor 2-1
Minggu, 11 Juni 2006
- Serbia & Montenegro vs Belanda (15.00) : Skor 0-1
Jumat, 16 Juni 2006
- Argentina vs Serbia & Montenegro (15.00) : Skor 6-0
- Belanda vs Pantai Gading (18.00) : Skor 2-1
Rabu, 21 Juni 2006
- Belanda vs Argentina (16.00) : Skor 0-0
- Pantai Gading vs Serbia & Montenegro (16.00) : Skor 3-2
Grup D :
Minggu, 11 Juni 2006
- Meksiko vs Iran (18.00) : Skor 3-1
- Angola vs Portugal (21.00) : Skor 0-1
Jumat, 16 Juni 2006
- Meksiko vs Angola (21.00) : Skor 0-0
Sabtu, 17 Juni 2006
- Portugal vs Iran (15.00) : Skor 2-0
Rabu, 21 Juni 2006
- Portugal vs Meksiko (21.00) : Skor 2-1
- Iran vs Angola (21.00) : Skor 1-1
Grup E :
Senin, 12 Juni 2006
- Italia vs Ghana (15.00) : Skor 2-0
- Amerika Serikat vs Rep. Ceska (18.00) : Skor 0-3
Sabtu, 17 Juni 2006
- Italia vs Amerika Serikat (18.00) : Skor 1-1
- Rep. Ceska vs Ghana (21.00) : Skor 0-2
Kamis, 22 Juni 2006
- Rep. Ceska vs Italia (16.00) : Skor 0-2
- Ghana vs Amerika Serikat (16.00) : Skor 2-1
Grup F :
Senin, 12 Juni 2006
- Australia vs Jepang (15.00) : Skor 3-1
Selasa, 13 Juni 2006
- Brasil vs Kroasia (21.00) : Skor 1-0
Minggu, 18 Juni 2006
- Brasil vs Australia (15.00) : Skor 2-0
- Jepang vs Kroasia (18.00) : Skor 0-0
Kamis, 22 Juni 2006
- Kroasia vs Australia (21.00) : Skor 2-2
- Jepang vs Brasil (21.00) : Skor 1-4
Grup G :
Selasa, 13 Juni 2006
- Prancis vs Swiss (18.00) : Skor 0-0
- Korea Selatan vs Togo (21.00) : Skor 2-1
Minggu, 18 Juni 2006
- Prancis vs Korea Selatan (21.00) : Skor 1-1
Senin, 19 Juni 2006
- Togo vs Swiss (15.00) : Skor 0-2
Jumat, 23 Juni 2006
- Swiss vs Korea Selatan (16.00) : Skor 2-0
- Togo vs Prancis (16.00) : Skor 0-2
Grup H :
Rabu, 14 Juni 2006
- Spanyol vs Ukraina (15.00) : Skor 4-0
- Tunisia vs Saudi Arabia (18.00) : Skor 2-2
Senin, 19 Juni 2006
- Spanyol vs Tunisia (18.00) : Skor 3-1
- Saudi Arabia vs Ukraina (21.00) : Skor 0-4
Jumat, 23 Juni 2006
- Arab Saudi vs Spanyol (21.00) : Skor 0-1
- Ukraina vs Tunisia (21.00) : Skor 1-0
II. Babak Perdelapan Final
Keterangan :
- Huruf : Menerangkan grup
- Angka : 1 = juara grup ; 2 = runner up grup
Sabtu, 24 Juni 2006
- A-1 vs B-2 (17.00) : Jerman vs Swedia : Skor 2-0
- C-1 vs D-2 (21.00) : Argentina vs Meksiko : Skor 2-1
Minggu, 25 Juni 2006
- B-1 vs A-2 (17.00) : Inggris vs Ekuador : Skor 1-0
- D-1 vs C-2 (21.00) : Portugal vs Belanda : Skor 1-0
Senin, 26 Juni 2006
- E-1 vs F-2 (17.00) : Itali vs Australia : Skor 1-0
- G-1 vs H-2 (21.00) : Swiss vs Ukraina : Skor 0-0 : Pinalti Ukraina
Selasa, 27 Juni 2006
- F-1 vs E-2 (17.00) : Brazil vs Ghana : Skor 3-0
- H-1 vs G-2 (21.00) : Spayol vs Prancis : Skor 1-3
III. Babak Perempat Final
Jumat, 30 Juni 2006
- 1/8F1 vs 1/8F2 (17.00) : Jerman vs Argentina : Skor 1-1 : Pinalti Jerman
- 1/8F5 vs 1/8F6 (21.00) : Italia vs Ukraina : Skor 3-0
Sabtu, 1 Juli 2006
- 1/8F3 vs 1/8F4 (17.00) : Inggris vs Portugal : Skor 0-0 : Penalti Portugal
- 1/8F7 vs 1/8F8 (21.00) : Brazil vs Perancis : Skor 0-1
IV. Babak Semifinal
Selasa, 4 Juli 2006
- QF1 vs QF2 (21.00) : Jerman vs Itali : Skor 0-2
Rabu, 5 Juli 2006
- QF3 vs QF4 (21.00) : Portugal vs Prancis : Skor 0-1
V. Babak Perebutan Posisi / Juara Ketiga
Sabtu, 8 Juli 2006
- SF1 vs SF2 (21.00) : Jerman vs Portugal : Skor ?-?
VI. Babak Final
Minggu, 9 Juli 2006
- SF1 vs SF2 (20.00) : Itali vs Prancis : Skor ?-?
Tips Tambahan :
- Jangan begadang jika anda harus bekerja, sekolah, kuliah, dan sebagainya pada pagi harinya.
- Skor hasil pertandingan akan kami muat kemudian.
- Jangan bermain judi, karena menang judi adalah awal dari kekalahan :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pengertian dan Penjelasan Dasar Akuntansi - Definisi, Arti, Fungsi dan Kegunaan - Belajar Ilmu Akutansi / Accounting

A. Pengertian dan Definisi Akuntansi
Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.
Akuntansi berasal dari kata asing accounting yang artinya bila diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan. Akuntansi digunakan di hampir seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sehingga disebut sebagai bahasa bisnis.
B. Fungsi Akuntansi
Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.
C. Laporan Dasar Akuntansi
Pada dasarnya proses akuntansi akan membuat output laporan rugi laba, laporan perubahan modal, dan laporan neraca pada suatu perusahaan atau organisasi lainnya. Pada suatu laporan akuntansi harus mencantumkan nama perusahaan, nama laporan, dan tanggal penyusunan atau jangka waktu laporan tersebut untuk memudahkan orang lain memahaminya. Laporan dapat bersifat periodik dan ada juga yang bersifat suatu waktu tertentu saja.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Macam, Jenis Serta Pengertian Ekspansi Bisnis - Merger, Akuisisi, Hostile Take Over dan Leverage Buyout

Perluasan atau expansi bisnis diperlukan oleh suatu perusahaan untuk mencapai efisiensi, menjadi lebih kompetitif, serta untuk meningkatkan keuntungan atau profit perusahaan. Ekspansi bisnis dapat dilakukan dalam beberapa metode, yakni :
1. Merger Atau Penggabungan
Merger adalah penggabungan dari dua atau lebih perusahaan menjadi satu kesatuan yang terpadu. Perusahaan yang dominan dibanding dengan perusahaan yang lain akan tetap mempertahankan identitasnya, sedangkan yang lemah akan mengaburkan identitas yang dimilikinya. jenis-jenis merger :
a. Merger Vertikal
Perusahaan masih dalam satu industri tetapi beda level atau tingkat operasional. Contoh : Restoran cepat saji menggabungkan diri dengan perusahaan peternakan ayam.
b. Merger Horisontal
Perusahaan dalam satu industri membeli perusahaan di level operasi yang sama. Contoh : pabrik komputer gabung dengan pabrik komputer.
c. Merger Konglomerasi
Tidak ada hubungan industri pada perusahaan yang diakuisisi. Bertujuan untuk meningkatkan profit perusahaan dari berbagai sumber atau unit bisnis. Contoh : perusahaan pengobatan alternatif bergabung dengan perusahaan operator telepon seluler nirkabel.
2. Akuisisi
Akuisisi adalah pembelian suatu perusahaan oleh perusahaan lain atau oleh kelompok investor. Akuisisi sering digunakan untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan baku atau jaminan produk akan diserap oleh pasar. Contoh : Aqua diakuisisi oleh Danone, Pizza Hut oleh Coca-Cola, dan lain-lain.
3. Hostile Take Over atau Pengambil Alihan Secara Paksa
Hostile take over adalah suatu tindakan akuisisi yang dilakukan secara paksa yang biasanya dilakukan dengan cara membuka penawaran atas saham perusahaan yang ingin dikuasai di pasar modal dengan harga di atas harga pasar. Pengambilalihan secara paksa biasanya diikuti oleh pemecatan karyawan dan manajer untuk diganti orang baru untuk melakukan efisiensi pada operasional perusahaan.
4. Leverage Buyout
Leverage buy out adalah teknik pengusaan perusahaan dengan metode pinjaman atau utang yang digunakan pihak manajemen untuk membeli perusahaan lain. Terkadang suatu perusahaan target dapat dimiliki tanpa modal awal yang besar.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TERUMBU KARANG

Berkenalan dengan Terumbu Karang Indonesia

Raja Ampat ReefTerumbu karang (coral reef) di Indonesia merupakan yang terkaya di dunia. Diperkirakan dari total luas terumbu karang di dunia yang mencapai 284.300 km2, 18 % (85.200 km2) diantaranya berada di wilayah Indonesia. Hal ini juga berkaitan dengan Indonesia yang sebagai negara maritim terbesar di dunia yang memiliki perairan seluas 93 ribu km2. Terumbu karang Indonesia juga memiliki keanekaragaman hayati tertinggi di dunia dengan lebih dari 18% terumbu karang dunia, serta lebih dari 2.500 jenis ikan, 590 jenis karang batu, 2.500 jenis moluska, dan 1.500 jenis udang-udangan. Sejauh ini telah tercatat lebih dari 750 jenis karang yang termasuk kedalam 75 marga terdapat di Indonesia.
Terumbu karang Indonesia juga termasuk dalam wilayah segitiga karang dunia (coral triangel) yang merupakan pusat keanekaragaman hayati dunia. Segitiga karang meliputi Indonesia, Philipina, Malaysia, Timor Leste, Papua New Guinea dan Kepulauan Salomon. Jika ditarik garis batas yang melingkupi wilayah terumbu karang di ke-6 negara tersebut maka akan menyerupai segitiga. Itu sebabnya wilayah tersebut disebut sebagai segitiga karang dunia (coral triangle). Total luas terumbu karang di coral triangle sekitar 75.000 Km2.
Kawasan di Indonesia yang memiliki terumbu karang yang cukup baik diantaranya adalah Kepulauan Raja Ampat di Papua Barat. Berdasarkan sebuah kajian ekologi yang dipimpin oleh The Nature Conservancy (TNC) dengan melibatkan para ahli terumbu karang dan ikan dunia pada tahun 2002, ditemukan sekitar 537 jenis karang dan 1074 jenis ikan di kepulauan Raja Ampat. Ini berarti Kepulauan Raja Ampat merupakan kepulauan dengan jumlah jenis terumbu karang tertinggi di dunia.
Jumlah jenis terumbu karang di Raja Ampat tersebut merupakan 75% dari seluruh jenis terumbu karang dunia yang pernah ditemukan. Walaupun kepulauan Carribean di Amerika tengah dan Great Barrier Reef Marine Park di Australia sangat terkenal, kedua kawasan tersebut hanya memiliki sekitar 400 jenis karang.
Beberapa kepulauan di Indonesia yang lain juga memiliki jenis karang cukup tinggi.  Seperti di Kepulauan Derawan, Kaltim (444 jenis karang), Pulau Banda (330 jenis). Juga di Nusa Penida (Bali) , Komodo (NTT), Bunaken (Sulut), Kepulauan Wakatobi (Sultra), dan Teluk Cendrawasih (Papua).
Terumbu karang sendiri mempunyai fungsi dan manfaat serta arti yang amat penting bagi kehidupan manusia baik segi ekonomi maupun sebagai penunjang kegiatan pariwisata. Manfaat tersebut antara lain:
  • Proses kehidupan yang memerlukan waktu yang sangat lama untuk tumbuh dan berkembang biak untuk membentuk seperti kondisi saat ini.
  • Tempat tinggal, berkembang biak dan mencari makan ribuan jenis ikan, hewan dan tumbuhan yang menjadi tumpuan kita.
  • Sumberdaya laut yang mempunyai nilai potensi ekonomi yang sangat tinggi.
  • Sebagai laboratorium alam untuk penunjang pendidikan dan penelitian.
  • Terumbu karang merupakan habitat bagi sejumlah spesies yang terancam punah seperti kima raksasa dan penyu laut.
  • Dari segi fisik terumbu karang berfungsi sebagai pelindung pantai dari erosi dan abrasi, struktur karang yang keras dapat menahan gelombang dan arus sehingga mengurangi abrasi pantai dan mencegah rusaknya ekosistim pantai lain seperti padang lamun dan magrove.
  • Terumbu karang merupakan sumber perikanan yang tinggi. Dari 132 jenis ikan yang bernilai ekonomi di Indonesia, 32 jenis diantaranya hidup di terumbu karang, berbagai jenis ikan karang menjadi komoditi ekspor. Terumbu karang yang sehat menghasilkan 3 – 10 ton ikan per kilometer persegi pertahun.
  • Keindahan terumbu karang sangat potensial untk wisata bahari. Masyarakat disekitar terumbu karang dapat memanfaatkan hal ini dengan mendirikan pusat-pusat penyelaman, restoran, penginapan sehingga pendapatan mereka bertambah.
Namun yang patut disayangkan, ternyata hanya sekitar 30% saja terumbu karang di Indonesia yang masih bagus kondisinya. Menurut studi yang dilakukan oleh COREMAP (2000), menyimpulkan bahwa kondisi terumbu karang Indonesia yang masih “sangat bagus” hanya 6,1% dan yang berstatus “bagus” hanya 22,68%. Selebihnya dalam kondisi Rusak (31,46%) dan rusak berat (39,76 %).
kerusakan terumbu karangSenada, Wilkinson, ahli terumbu karang dunia, menyatakan bahwa sekitar 40 % terumbu karang Indonesia berstatus “rusak berat” dan hanya 29 % yang kondisinya “bagus” hingga “sangat bagus”. Pun demikian menurut Suharsono yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) LIPI dan mulai memantau kondisi terumbu karang di 73 daerah dengan 841 stasiun dari Sabang hingga Kepulauan Padaido, Irian Jaya Barat sejak 1993 sampai 2007. Hasilnya menunjukkan kondisi terumbu karang di Tanah Air pada akhir 2006, 5,2 persen dalam kondisi sangat baik, 24,2 persen dalam kondisi baik, 37,3 persen dalam kondisi sedang dan 33,1 persen dalam kondisi buruk.
Kerusakan terumbu karang ini sebagian besar disebabkan oleh ulah manusia diantaranya adalah penangkapan ikan dengan racun dan bom, pengambilan karang, sendimentasi yang diakibatkan oleh penebangan hutan dan pembangunan kota serta over fishing.
Selain itu, kerusakan terumbu karang juga diakibatkan oleh pemanasan global yang berakibat pada peningkatan keasaman kondisi samudra dan pemanasan temperatur.
Melihat fungsi penting terumbu karang bagi kehidupan manusia, maka pada pertemuan APEC di Sydney tahun 2007, Presiden Republik Indonesia – Susilo Bambang Yudhoyono telah mencanangkan perlindungan terhadap terumbu karang di kawasan segitiga karang dunia bersama 6 negara coral triangle lainnya (CT6). Inisiatif CT6 untuk melindungi terumbu karang di coral triangle disebut Coral Triangle Initiative (CTI). Inisiatif ini mendapat banyak dukungan dari negara maju seperti Amerika dan Australia. Sekarang bagaimana dengan Anda?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

10 pemandangan terindah didunia

pemandangan
Disebut “Balkon pegunungan alpina”, Dachstein Sky Walk ditahtakan pada ketinggian 2700 meter diatas permukaan laut dan di atas bebatuan vertikal Hunerkogel setinggi 250 m. Pemandangan 360 derajat memperlihatkan pada para pengunjung pemandangan Slovenia di selatan Republik Czech di sebelah utara. Skywalk jauh lebih tinggi dari platform di air terjun Niagara ataupun yang berada di air terjun Iguazu, Brazil.

Aurland Lookout (Norwegia)

pemandangan indah
Arsitek Todd Saunders dan Tommie Wilhelmsen ditugaskan untuk membuat desain tempat pemberhentian yang indah di atas gunung Aurland di Norwegia dan menghasilkan si cantik ini yang mendapat tempat pertama di kompetisi rute wisata Norwegia. Sisi paling luar platform – yang melengkung untuk membentuk fondasi struktur – ditutup sebuah kaca, memberikan pemandangan luar biasa ke daratan di bawah untuk mereka yang berani berjalan sampai paling ujung.

Grand Canyon Skywalk (Arizona – USA)

pemandangan menakjubkan
Platform menegangkan berbentuk tapal kuda ini bergantung tepat 4000 kaki di atas tanah dan memanjang 65 kaki dari ujung tebing Grand Canyon. Skywalk berbentuk tapal kuda ini dibangun dari tembok kaca setebal 4 inchi dan pengunjung diharuskan memakai kaus kaki anti gores bila ingin berjalan dan melihat pemandangan disana. Karya ini adalah karya arsitektur luar biasa yang sanggup menahan berat sampai 70 ton (setara dengan 14 ekor gajah afrika) dan dapat menahan tiupan angin sampai 100 meter per jam.

Platform Gantung Air Terjun Iguazu (Brasil dan Argentina)

pemandangan
Selain dari air terjun yang memang menakjubkan, tempatnya yang berada di hutan lindung subtropis membuat wisata di tempat ini semakin menyenangkan. Untuk menghargai kebesaran dan kemegahannya, baik sekali untuk melihat air terjun ini dari skywalk. Platform pemandangan ini begitu dekatnya sehingga anda akan tersemprot oleh percikan air dan dibuat tuli oleh raungan air jatuh dari ketinggian 80 kaki yang memekakkan telinga.

Menara Pencakar Langit Auckland (Selandia Baru)

pemandangan indah
Menara pencakar langit Auckland setinggi 328 m adalah bangunan tertinggi di belahan bumi bagian selatan. Dibutuhkan 2000 ton besi, 660 ton baja kerangka bangunan dan 15000 meter kubik semen untuk membangunnya. Bangunan ini dapat menahan angin berkecepatan 200 km/jam, gempa berkekuatan 8 skala richter dan di hari yang cerah, pemandangan bisa mencapai 82 km. Puncak dalam ruangan yang tertinggi adalah Sky deck dengan kaca tanpa sambungan yang memberikan pemandangan 360 derajat.

Illawara Fly Tree Top Walk (Australia)

pemandangan indah
Tempat ini dibuka belum lama setelah 5 bulan pembangunan. Terletak di Knights Hill di atas tebing dekat Robertson di dataran tinggi selatan, Illawara Fly Tree Top Walk memfasilitasi pengunjung untuk berjalan-jalan di antara kanopi hutan hujan 25 meter di atas tanah di atas platform besi. Lorong jalan setinggi 500 m ini memiliki tangan penyangga yang membawa pengunjung ke ujung tebing dan menawarkan pemandangan garis pantai dari Kiama sampai Shellharbour.

Landscape Promontory

pemandangan
Landscape Promontory adalah platform pemandangan gantung yang didisain Paolo Burgi sebagai bagian proyek Cardada, sebuah revitalisasi gunung Cardada yang diharapkan selesai pada tahun 2010. Lorong yang terbuat dari besi dan titanium berujung pada platform pemandangan dengan pemandangan Lago Maggiore. Bukan hanya pemandangan yang dapat dinikmati para pengunjung. Simbol–simbol di ubin dan keterangan keterangan yang tertulis di susuran platform menawarkan referensi tentang sejarah dan kesastraan.

Infinity Room at the House of the Rock (Wisconsin – USA)

pemandangan indah
House on the Rock, pertama kali dibuka pada tahun 1959, adalah kompleks ruangan2, jalan, kebun, dan toko dengan desain arsitektur unik oleh Alex Jordan, Jr. Letaknya adalah di Spring Green, Wisconsin, dan merupakan tempat wisata regional. The Infinity Room di rumah itu memanjang beberapa ratus kaki dari lembah, tanpa penyangga di bawahnya, dengan lebih dari 3000 jendela buatan tangan di pinggirnya.

Il Binocolo (Italia)

pemandangan
Di dalam kebun kastil Trauttmansdorff, Italia anda akan menemukan platform besi yang memukau ini keluar dari antara pepohonan. Namanya, yang berarti teropong, berasal dari bentuk atap kecil platform tersebut dan pemandangan sekitar. Di desain oleh arsitek Matteo Thun.

Puncak Tyrol (Austria)

pemandangan
Top of Tyrol (Puncak Tyrol) yang didesain oleh Astearchitecture adalah platform pemandangan setinggi 3000 m di atas permukaan laut di atas gletser Stubai di Tyrol, Austria. Baja tahan cuaca digunakan dalam pembangunannya untuk mangantisipasi cuaca ekstrim sehingga anda dapat berdiri 9 meter dari puncak gunung untuk melihat pemandangan Gletser Stubai.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS